Jumat, 02 Desember 2011

Duty of Duty

Apa Itu Kebenaran?
Telah dikatakan bahwa manusia bukan tidak sekedar ingin tahu,tetapi ingin tahu kebenaran.Ia ingin memiliki pengetahuan yang benar. kebenaran ialah persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya.Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang sesuai dengan obyeknya.Inilah kebenaran Obyektif.Seperti dikatakan Poedjawijatna.Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang obyektif.
Kalau saya mengatakan bahwa di luar sedang hujan,proposisi itu benar jika yang saya katakan itu memang sesuai dengan fakta.Jadi,ketika saya mengucapkan kalimat itu,hujan sedang turun. kalau hujan tidak turun,apalagi sedang panas terik, maka proposisi itu tidak benar.


3 jenis kebenaran
Ada tiga jenis kebenaran,yakni kebenaran epistemologis,kebenaran ontologis, dan kebenaran semantik. Kebenaran epistemologis berkaitan dengan pengetahuan,kebenaran ontologis berkaitan dengan hakikat sesuatu,dan kebenaran semantik berkaitan dengan tutur kata bahasa.




Apa artinya Tahu?
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa tahu adalah persatuan antara subyek (S) yang mengetahui dan obyek yang diketahui (O). itu pula yang dikatakan filsuf yunani,Plato.Menurut dia,pengetahuan merupakan persatuan misterius antara subyek yang mengetahui (knower) dan obyek yang di ketahui (known).


-Tahu atau mengetahui (kenal/mengenal) adalah gejala yang kodrati. setiap manusia selalu ingin ahu/kenal   sesuatu.
- Tahu atau mengetahui adalah persatuan (union)antara subyek yang mengetahui (knowing subject)dan obyek yang diketahui (known object).Persatuan itu bersifat interinsik.


Rasionalisme
rasionalisme mengajarkan bahwa asal usul pengetahuan adalah rasio. Para penganut rasionalisme tidak menyangkal peran indera,tetapi mengatakan bahwa peran indera sangat kecil. yang lebih aktif justru rasio.mereka mengatakan,pengetahua manusia sebetulnya sudah ada lebih dulu  dalam rasio berupa kategori-kategori.Ketika indera menangkapobyek, maka obyek-obyek yang di tangkap itu hanya di cocokan saja dengan kategori yang sudah ada lebih dulu dalam rasio . Jadi  menurut mereka,Pengalaman adalah pelengkap bagi akal.


Intuisionisme
Paham ini di ajarkan oleh henri bergon, seorang filsuf prancis.. Pengetahuan intuitif bersifat langsung, sebab tidak di komunikasikan melalui media simbol. Pengetahua ini di peroleh lewat intuisi,pengalaman langsung orang yang bersangkutan.Jelas pengetahuan seperti ini lebih lengkap. Ia menghadirkan pengalaman dan pengetahuan yang lengkap bagi orang yang mengalaminya.Tapi.alhasil pengetahuan ini bersifat subyektif, sebab hanya dialami orang tersebut.  



Sumber : Filsafat Ilmu SEBUAH PENGANTAR ( J.B BLIKOLOLONG)